Home     About Us     Partners     Clients     Experiences     Testimoni     Magang     Member

twittergoogle+linkedin

Early Warning System untuk Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut

16 April 2018 09:33


early warning system kebakaran hutanHutan merupakan salah satu wilayah yang cukup rawan kebakaran, tersulut api sedikit saja bisa menimbulkan kebakaran yang besar. Sebenarnya ada 2 faktor pemicu terjadinya kebakaran yaitu faktor alam dan faktor manusia, biasanya faktor manusia lah yang sering menyebabkan hutan terbakar.

 

Biasanya, ada yang sengaja menebang dan membakar hutan untuk membuka lahan baru yang bisa digunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sedangkan faktor alam adalah terjadinya kekeringan dengan cuaca yang sangat panas  sehingga menyebakan hutan mudah terbakar oleh sinar matahari.

 

Di Indonesia terdapat 4 Provinsi yang rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, yaitu Sumatera Selatana, Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Kebakaran hutan dan lahan sangat berbahaya bagi pernafasan.

 

Selain itu, kepulan asap akibat kebakaran hutan bukan hanya menggangu masyarakat yang tinggal di sekitar tapi juga bisa mengganggu masyarakat di Negara lain yang lokasinya berbatasan dengan hutan tersebut. Bukan itu saja, akibat lain dari kebakaran hutan yaitu berkurangnya populasi tumbuhan dan rusaknya habitat para hewan.

 

Hutan dan lahan gambut memiliki peranan penting untuk menjaga keseimbangan makluk hidup. Hutan yang rimbun akan memberikan kehidupan hewan dan mengurangi efek global yang berbahaya.

 

Ketika musim kemarau hutan dan lahan akan menjadi kering dan tandus. Hutan yang begitu luas sering kali kurangnya pemantauan dan ketika terjadi titik api di suatu tempat oleh panasanya sinar matahari maka bisa cepat menyebar.

 

Titik awal mula api sejatinya dapat diketahui sehingga bisa langsung dipadamkan. Saat ini sudah ada teknologi untuk memantau  titik api yang disebut Early Warning System (EWS) pada hutan atau lahan gambut. Alat ini akan memberikan sinyal peringatan ketika titik api terlihat dan akan menyebar.

 

early warning system kebakaran

 

Sistem ini merupakan instrumentasi monitoring yang terdiri dari sensor, data logger, piezometer, dan instrument lainnya.

 

Sensor dipasang di beberapa titik hutan dan lahan gambut yang rawan terjadi kebakaran secara mendadak pada musim kemarau. Alat ini juga berfungsi untuk memantau kedalaman lahan gambut serta muka airnya.

 

Alur kerja sensor ini adalah ketika ada titik api yang muncul pada daun-daun kering atau pada lahan gambut maka sensor yang terpasang akan mengirimkan sinyal peringatan kepada pos pengawasan. Dari informasi ini maka anggota terkait akan langsung terjun ke titik api untuk melakukan penyiraman agar titik api padam.

 

Diharapakan dengan pemasangan ini tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan gambut. Sehingga, masyarakat yang tinggal di sekitar hutan menjadi lebih tenang dan ekosistem di dalam hutan pun ikut terjaga.

 

Testindo sebagai perusahaan control system menyediakan layanan instrumentasi Early Warning System untuk kebakaran hutan dan lahan gambut. Informasi pemesanan dan konsultasi silakan hubungi Telepon: (021) 29563045, Whatsapp: 0813 9929 1909, Email: sales@testindo.com
0



Another Blog