Home     About Us     Partners     Clients     Experiences     Testimoni     Magang     Member

twittergoogle+linkedin

Minimalisir Kerusakan pada Struktur Jembatan dengan Pengujian NDT

04 April 2019 04:05


Kendaraan yang lewat terus menerus baik itu kendaraan ringan dan kendaraan berat, umur jembatan yang sudah tua dan juga daya tahan struktur yang mulai berkurang dapat menjadi masalah perekonomian di suatu wilayah karena terhambatnya jembatan sebagai jalur penghubung.

 

Maka dari itu, dibutuhkan suatu alat atau instrument yang dapat menilai kondisi jembatan secara efektif sebagai upaya pemeliharaan dan evaluasi struktur jembatan. Di beberapa negara besar, struktur jembatan selalu diperiksa secara rutin, setidaknya dua tahun sekali.

 

ndt jembatan

 

Itulah mengapa ketika terjadi gejala kerusakan bisa segera terdeteksi dan segera dilakukan perbaikan. Sebagai contoh, di Jerman setiap 3 tahun dilakukan pemeriksaan visual dan dilakukan inspeksi dalam kurun 6 tahun sesuai dengan DIN 1076.

 

Pengujian NDT (Non Destructive Test) merupakan salah satu pengujian dan inspeksi yang efektif untuk menganalisa dan menilai kondisi struktur jembatan. Pengujian ini dapat memberikan hasil Analisa secara akurat yang tidak mungkin bisa dilihat secara visual atau kasat mata.

 

Dengan adanya integrase antara inspeksi secara visual dan pengujian NDT maka hasil penilaian bisa didapatkan secara tepat. Beberapa jenis pengujian yang dilakukan yaitu hammer sounding, rebound hammer testing, dye penetration dan magnetic particle testing.

 

Hasil inspeksi visual dan pengujian NDT akan dilaporkan dalam bentuk data yang nantinya dianalisa oleh engineering. Setelah data tersebut diolah maka dapat diketahui kondisi jembatan secara keseluruhan, apakah perlu diganti material yang rusak atau hanya perlu diperbaiki saja.

 

Salah satu contohnya pemeriksaan atau inspeksi pada deck jembatan beton. Deck ini terdiri dari lempengan beton yang dilapisi aspal, setiap slab beton memiliki ketebalan 25 cm yang dipasang dua tulangan baja.

 

Permasalahan yang cukup serius pada deck beton adalah terjadinya korosi yang disebabkan tingginya kadar klorida pada struktur. Ketika baja tulangan mengalami korosi maka baja tersebut akan mengembang sehingga menimbulkan retakan bahkan patahan pada permukaan beton yang berada tepat diatasnya, yang lebih parahnya keretakan ini bisa terus merambat ke area yang lebih luas.

 

Teknik NDE (Non Destructive Evaluation) mengalami banyak peningkatan karakteristik fungsional dari berbagai metode NDE yang biasa digunakan. Peningkatan ini dilihat dari beberapa faktor seperti kemampuan sistem dalam mendeteksi kondisi terburuk, kemudahan dalam penggunaanya, sistem yang bersifat portable sehingga mudah dipindahkan serta total biaya yang dibutuhkan untuk menyelasaikan inspeksi NDE.

 

Karena jembatan dibangun dalam hampir ratusan jenis dan menggunakan begitu banyak bahan komponen pendukung yang berbeda, sehingga tidak mungkin menggunakan hanya satu metode NDT untuk menguji banyak komponen struktur.

 

Berikut ini beberapa pengujian NDT yang digunakan untuk menguji struktur jembatan :

 

  • Impact-Echo (IE) untuk menganalisa integritas beton
  • Impact Echo juga digunakan untuk memeriksa ketebalan beton
  • Magnetic Flux Leakage (MFL) untuk mendeteksi korosi pada struktur beton
  • Nuclear Magnetic Resonance (NMR) untuk menentukan apakah di dalam pori beton terdapat kandungan air atau tidak. Dilengkapi dengan infrared yang dapat menganalisa cacat beton pada bagian dalam.
  • ASTM Standart E 837 untuk menentukan tegangan in-situ pada bagian struktur rangka baja.
  • Strain Transducer untuk merekam induksi regangan
  • Ultrasonic Testing untuk melakukan pengamatan cacat material secara visual melalui layar display yang terintegrasi dengan sensor. Selain itu juga digunakan untuk mengamati kuatnya sambungan las,         lubang pada baja dan lainnya.
  • Liquid Penetration pengamatan cacat material secara visual menggunakan cairan
  • Xray Computed tomography digunakan untuk mendeteksi adanya rambatan retak pada beton yang digunakan.
  • Robotic Tacheometry System (RTS) yang mampu mengukur koordinat titik-titik cacat pada material tanpa harus menyentuh bagian strukturnya.

 

Sebenarnya masih banyak lagi pengujian NDT pada struktur jembatan yang bisa dilakukan. Dengan melakukan pemeriksaan secara teratur maka umur jembatan bisa lebih Panjang dan dapat menghemat biaya operasional untuk perbaikan.

 

Testindo sebagai perusahan yang bergerak dibidang control dan monitoring system menyediakan layanan pengujian Non Destructive Test dan Audit Struktur Bangunan untuk seluruh wilayah di Indonesia.

 

Informasi pemesanan Silakan hubungi kami melalui nomor Telepon : 021 29563045, WA : 081399291909 (Fikri) dan email : sales@testindo.com atau bisa juga melalui chat interaktif kami yang ada di pojok kanan bawah website ini.



Another Blog