Home     About Us     Partners     Clients     Experiences     Testimoni     Magang     Member

twittergoogle+linkedin

Elemen Utama Struktur Bangunan dan Fungsinya

03 May 2019 03:11


struktur bangunanKonstruk bangunan memiliki bagian-bagian struktur yang memiliki fungsi penting tersendiri. Maka dari itu, harus dilakukan peninjauan secara berkala pada setiap bagian struktur bangunan. Adapun parameter yang ditinjau yaitu material dan perhitungan volume yang dibutuhkan untuk membangun Gedung.

 

Nantinya parameter tersebut digunakan untuk merancang bangunan dengan mempertimbangkan dampak pada lingkungan dan menghitung anggaran yang dibutuhkan untuk membuat setiap struktur bangunan. Pengertian secara umum, struktur bangunan adalah rangkaian elemen yang menjadi satu kesatuan sebagai penyalur beban pada suatu bangunan dari dalam tanah hingga ke bagian atas bangunan.

 

Apa saja elemen utama pada struktur konstruksi bangunan ? berikut ini penjelasannya :

 

Pondasi Bangunan

Pondasi merupakan bagian struktur yang paling penting walaupun tidak bisa terlihat secara langsung ketika bangunan sudah selesai. Pondasi harus dibuat dengan perencanaan yang matang karena jika salah maka dapat mengancam keamanan bangunan.

 

Pondasi terbagi menjadi 2 macam yaitu :

 

Pondasi Dangkal

 

Jenis pondasi ini hanya masuk beberapa meter bagian saja ke dalam tanah. Pondasi dangkal umumnya dibuat dari beton yang berfungsi untuk meneruksan beban dari dinding dan kolm bangunan ke tanah keras.

 

struktur bangunan

 

Struktur Bangunan Tiang Pancang

 

Pondasi Dalam (Tiang Pancang)

 

Jenis pondasi ini digunakan untuk menyalurkan beban bangunan ke bagian lapisan tanah sondir di dalam tanah. Sebutan lain dari pondasi dalam yaitu pondasi tiang pancang (driven pile) dan tiang bor (bored pile). Sebelum membuat pondasi dalam ini biasanya dilakukan beberapa pengujian seperti PDA Test, CSL Test, UPV, Pundit dan lainnya.

 

***Baca Juga : Audit Struktur Bangunan****

 

Kolom

 

Definisi dari kolom yaitu bagian dari struktur berupa tiang penyangga pada suatu bangunan yang berfungsi untuk menahan beban aksial tekan vertical  dengan bagian tinggi atas yang ukurannya tiga kali dimensi lateral terkecil.

 

Jika terjadi kegagalan kolom, maka bisa mengakibatkan komponen struktur lain yang terhubung menjadi runtuh.

 

Sloof

 

Secara garis besar, sloof merupakan elemen struktur konstruksi bangunan yang berada dibagian atas pondasi bangunan. Fungsi dari sloof yaitu mengirim beban bangunan atas ke pondasi, sehingga beban dapat tersalurkan dengan baik ke setiap titik pada pondasi.

 

Selain itu, sloof juga berfungsi untuk mengunci dinding dan kolom agar tetap kuat sehingga tidak roboh ketika terjadi pergerakan tanah. Biasanya untuk bangunan tahan gempa, sloof disempurnakan dengan diberikan angker berdiameter 12 mm dengan jarak 1,5 meter. Angka ini disesuaikan dengan banyaknya tingkat dan tinggi bangunan.

 

Balok

 

Elemen yang terbuat dari kayu, beton ataupun baja ini dipasang pada bagian dalam ruangan yang berfungi sebagai penahan rangka pada bagian langit-langit plafon. Beban yang dialirkan pada balok diantaranya adalah beban plat lantai, dinding dan berat beban balok itu sendiri.

 

Plat Lantai

 

Pada bagian bawah struktur terdapat plat lantai yang tingginya lebih kecil dibandingkan dengan dimensi struktur lainnya. Beban pada plat menyebar ke berbagai arah dan biasanya digunakan untuk pembangunan Gedung.

 

Itulah beberapa elemen utama pada struktur bangunan beserta fungsinya. Ketika terjadi perubahan pada suatu bangunan seperti ada lendutan pada lantai, penambahan dan pengurangan lantai, keretakan pada tiang maka harus dilakukan audit struktur bangunan.

 

Testindo menyediakan layanan audit struktur bangunan, pengujian tiang pancang (CSL, PDA, UPV, dll) dan Structural Health Monitoring System (SHMS).

 

Informasi pemesanan silakan hubungi kami melalui nomor Telepon : 021 29563045, WA : 081399291909 (Fikri) dan email : sales@testindo.com atau bisa juga melalui chat interaktif kami yang ada di pojok kanan bawah website ini.



Another Blog