Jembatan Babat-Lamongan Ambruk, Lalu Lintas Macet Parah
17 April 2018 16:13
Jembatan Babat yang menghubungkan Kabupaten Lamongan- Tuban mengalami ambruk pada pukul 11.05 WIB. Jembatan sebenarnya kembar, sisi barat merupakan jembatan baru sedangkan sisi kiri yang dari arah Lamongan – Tuban ambruk merupakan jembatan lama.
Ada dua truk yang terperosok masuk dan terguling dibawah jembatan atau berada di sungai Bengawan Solo. Diketahui ada 2 orang yang meninggal dalam kejadian ini akibat terjebak di dalam kabin truk yang masuk ke dalam sungai.
Sedangkan untuk arus lalu lintas, pada sisi jembatan sebelah kiri masih berlaku satu arah untuk kendaraan yang lewat dari arah Tuban. Sejak Selasa siang, arus lalu lintas dari arah Surabaya tepatnya di SPBU Sumurgenuk sampai mulut jembatan sudah tidak bergerak sehingga kemacetan terus menjalar ke belakang.
Sebelumnya, Jembatan Babat sempat mengalami kerusakan beberapa bulan lalu tapi sudah selesai diperbaiki dan ditambal.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) wilayah Tuban, Babat dan Lamongan Balai Besar Jalan Nasional Kementrian Pekerjaan Umum, Tugiman, mengatakan “ Jembatan ini sebenarnya sudah rusak atau jebol beberapa bulan lalu dan sudah selesai ditambal.“ ujarnya
Dugaan sementara jembatan tersebut bisa ambruk karena faktor usia.
Sebenarnya saat ini sudah ada sistem monitoring untuk memantau kesehatan struktur bangunan termasuk jembatan. Sistem tersebut bernama Structural Health Monitoring System. Dengan adanya sistem ini maka dapat diketahui perilaku struktur dan meganalisa kerusakan dini pada jembatan.
Keuntungan menggunakan SHMS (Structural Health Monitoring System):
- Untuk memantau secara terus-menerus kondisi kesehatan struktur
- Untuk mengetahui sedini mungkin gejala-gejala up normal yang mungkin terjadi
- Mencatat perilaku-perilaku beban yang dikirim oleh struktur
Sebagai sumber data untuk menganalisa dalam pengambilan keputusan dalam tindakan preventif atau perawatan pada struktur.
Testindo sebagai perusahaan control dan monitoring system menyediakan layanan Structural Health Monitoring System (SHMS) yang didukung tenaga ahli dan berpengalaman serta dilengkapi peralatan yang memadai.
Informasi pemesanan dan konsultasi hubungi Telepon: (021) 29563045, Whatsapp: 0813 9929 1909, Email: sales@testindo.com
Another Blog
-
Rumus Standar Deviasi pada Beton
Setiap benda atau material yang digunakan dalam proses suatu industri tentunya harus memiliki standard… -
Perlukah Condition Monitoring ?
"Mesin Pabrik Rusak, Truk Tebu Antre Panjang" begitu isi sebuah headline berita digital yang… -
Box Compression Tester untuk Menguji Ketahanan…
Setiap industri yang bergerak di bidang retail dan farmasi tentunya membutuhkan kardus sebagai package… -
Penjelasan Kenapa Hasil Dynotest Berbeda-Beda
Dynotest merupakan metode pengujian untuk mengetahui besarnya performa mesin suatu kendaraan, baik itu…

