Home     About Us     Partners     Clients     Experiences     Testimoni     Magang     Member

twittergoogle+linkedin

Latest Post


Pentingnya Early Warning System untuk Daerah Rawan Bencana

08 February 2018 06:36


Negara Indonesia memiliki 3 patahan lempeng tektonik besar yang terdapat di dalam perut bumi yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, lempeng Pasific yang bisa menimbulkan berbagai macam bencana alam seperti banjir, tsunami dan longsor jika pada ketiga lempengan tersebut mengalami pergeseran.

 

Gempa bumi merupakan bencana yang paling sering terjadi di Indonesia karena pengaruh dari pergeseran lempeng tektonik tersebut. Gempa bumi merupakan bencana yang dapat menimbulkan efek domino seperti terjadinya longsor, banjir, bahkan tsunami. Tercatat ada 2 bencana besar yang pernah terjadi di Indonesia pada tahun 2004 dan 2009 yaitu tsunami Aceh dan gempa bumi di Padang. Banyak bangunan yang hancur dan ribuan korban jiwa yang berjatuhan.

 

Bencana alam memang tidak dapat dicegah tapi dengan mengetahui tanda-tandanya para warga yang tinggal disekitar lokasi bencana bisa segera menyelamatkan diri. Sekarang ini sudah ada teknologi bernama early warning system atau sistem peringatan dini yang berguna untuk memberikan peringatan ke penduduk agar bisa menyelamatkan diri sebelum bencana datang.

 

Early Warning Sistem merupakan sebuah sistem yang menggunakan alat dan rangkaian yang berfungsi untuk memberikan sinyal atau peringatan bahaya ketika akan terjadi bencana alam. Peringatan dari Early Warning Sistem dapat memberikan sinyal berupa alarm yang mengeluarkan bunyi yang kencang sehingga mudah diterima oleh masyarakat sekitar.

 

Biasanya pemasangan alat ini dilakukan di sekitar lereng yang rawan longsor ketika turun hujan dan terjadinya gempa bumi. Selain dipasang di lereng, alat ini juga bisa dipasang pada laut untuk memberikan peringatan kepada masyarakat sebelum terjadi tsunami.
     

  early warning system

 

sumber gambar: sciencedaily.com

 

Early Warning System Bencana

 

Gambar diatas (kiri) merupakan contoh alat dari Early Warning Sistem, sedangkan (kanan) merupakan cara kerja dari alat tersebut. Alat tersebut di pasang pada tengah laut kemudian jika terjadi getaran gempa, alat tersebut akan mengirimkan sinyal kepada satelit komunikasi dan langsung diterima oleh kantor sekitar untuk memberikan peringatan bahaya akan bencana alam kepada warga sekitar pantai untuk segera menyelamatkan diri.

 
early warning system bencana longsor

 

sumber gambar: penahanlongsor.com

 

Alat di atas merupakan Early Warning Sistem untuk memberikan sinyal kepada masyarakat ketika terjadi pergerakan tanah yang dapat menyebabkan longsor. Alat tersebut dipasang pada bagian tengah lereng atau di puncak lereng. Pada alat ini terdapat panel surya dan sensor yang bisa membaca getaran tanah serta kabel yang terhubung dengan alarm untuk memberikan sinyal peringatan akan bahaya longsor sehingga para warga dapat menyelamatkan diri.

 

Ada juga early warning system banjir yang biasanya dipasang di wilayah pinggir sungai yang rentan terkena banjir, cara kerjanya juga tidak jauh berbeda dengan sistem peringatan dini lainnya. Dengan begitu ketika musim hujan datang, warga yang tinggal di bantaran sungai atau kali bisa tetap tenang menjalankan aktifitas sampai ada tanda dari early warning system jika akan terjadi banjir.

 

PT Testindo sebagai perusahaan control dan monitoring system menyediakan layanan pemasangan instrument early warning system dan slope monitoring di wilayah rawan bencana. Informasi lebih lanjut silakan hubungi kami melalui nomor telpon yang tertera di website ini atau chat dengan tim kami melalui fitur chating online yang ada di pojok kanan bawah website ini.



Another Blog