Home     About Us     Partners     Clients     Experiences     Testimoni     Magang     Member

twittergoogle+linkedin

Fenomena Pergerakan Tanah diKabupaten Trenggalek

28 December 2016 04:03


                               

 

Trenggalek - Fenomena pergerakan tanah di Desa Terbis, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, mengakibatkan enam puluh satu rumah warga mengalami kerusakan, yang mayoritas lantai rumah mereka mengalami ambles.

 

"Kami mendapatkan laporan bawah, rumah warga yang terdampak pergerakan tanah terus bertambah," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Jumat (16/12/2016).

 

Data hingga kemarin malam, sebanyak 61 rumah yang dihuni ratusan jiwa terdampak pergerakan tanah ambles. Berikut ini data rumah warga yang terdampak pergerakan tanah ambles di Desa Terbis Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek.

 

Pada 13 Desember 2016, sebanyak 34 rumah warga yang dihuni 143 jiwa di desa, hampir semuanya mengalami kondisi lantai rumahnya ambles.

 

Pada 12 Desember 2016, rumah yang terdampak yakni 15 kepala keluarga terdiri dari 67 jiwa. Kondisi rumah mereka mengalami keretakan pada dinding dan lantai.

 

Sedangkan pada 24 November 2016, ada 12 rumah yang dihuni 36 jiwa. Bahkan, dua diantaranya mengalami rusak berat dan rumahnya harus dibongkar, karena kondisi membahayakan. Sisanya, lantai rumahnya ambles

 

Selain mengakibatkan puluhan rumah warga yang dihuni 246 jiwa mengalami kerusakan pada dinding hingga lantai rumahnya ambles. Pergerakan tanah di Desa Terbis itu juga mengakibatkan jalan utama desa sepanjang 500 meter yang dibangun sekitar dua bulan lalu, mengalami keretakan dan hancur, hingga aparatur pemerintah desa setempat menutup jalan utama desa, karena kondisinya dinilai berbahaya.

 

Selain di Kecamatan Panggul, fenomena tanah bergerak juga melanda di wilayah Kecamatan Bendungan. Bahkan, dari 100 kepala keluarga (KK), yang diungsikan sekitar lebih dari separuhnya.

 

"Kalau di Kecamatan Panggul, tidak ada yang mengungsi. Mereka tinggal di rumah kerabatnya yang tidak terdampak," katanya.

 

"Kalau di Kecamatan Bendungan, ada lebih dari 100 KK yang harus diungsikan," tambahnya.

 

Untuk rencana jangka pendek, Pemkab Trenggalek mengutamakan urusan jaminan hidup sementara bagi para pengungsi seperti permakanan, perminuman, toilet, ketersediaan air bersih.

 

"Untuk rencana jangka panjangnya, ada dua rencana. Pertama, relokasi bagi warga yang terdampak. Kedua, membangun rumah di lokasinya, namun diperkuat struktur tanahnya," tuturnya sambil menambahkan, Bupati Trenggalek sudah meminta bantuan Rektor Universitas Gajah Mada (UGM), untuk menerjunkan peneliti dari UGM.

 

"Bupati Trenggalek meminta bantua Rektor UGM, untuk memberikan pelatihan, penelitian sekaligus memberikan solusi yang tepat," katanya.

 

"Kejadian pergerakan tanah di Trenggalek ini tetap menjadi perhatian kami. Kami akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek, sekiranya apa saja yang bisa dibantu oleh Pemprov Jatim maupun pemerintah pusat," tandasnya.

 

Sesuai berita diatas sistem monitoring lereng Slope monitoring sangat cocok  sebagai alat peringatan dini agar warga dapat bersiap diri jika terjadi lagi pergeseran,dikarenakan sebgai berikut:

 

Slope monitoring memanfaatkan teknologi Global Positioning Unit Monitoring (GPS Monitoring) yang dapat mengukur tingkat deformasi kerak dan kecepatan lempeng tektonik untuk lebih dari 1 mm / tahun. Selain itu data yang diperoleh secara akurat dapat menjadi sebuah peringatan dini akan terjadinya bencana tersebut, sehingga mengurangi kerugian material dan korban jiwa.Selama dekade terakhir, teknik GPS kontinyu telah digunakan untuk mengukur tingkat deformasi kerak dan kecepatan lempeng tektonik untuk lebih dari 1 mm / tahun.

 

Selain itu, real-time kinematik (RTK) GPS pengolahan algoritma yang telah dikembangkan yang memungkinkan real-time posisi dengan akurasi tinggi, high frequencies dan low latencies, meningkatnya metode manufaktur  dan meningkatnya persaingan pasar telah menyebabkan pengurangan biaya untuk hardware GPS. Singkatnya, GPS telah matang ke titik di mana sekarang alat yang layak dan hemat biaya untuk kinerja dibidang pemantauan .

 

Pada saat yang sama, kemampuannya ditingkatkan dalam komputerisasi dan komunikasi secara drastis mengubah cara kerja dan lingkungan hidup kita. Integrasi GPS dengan teknologi digital canggih telah melahirkan model monitoring yang sama sekali baru. Saat ini, jaringan GPS menyediakan insinyur dan ilmuwan dengan kemampuan untuk:

  • Terus memantau posisi titik tiga dimensi dan perpindahan secara real-time atau near real-time.

 

  • Memantau perpindahan relatif antara poin yang not inter-visible, lebih dari stasiun yang terpisah dari meter sampai ratusan kilometer.

 

  • Memantau deformasi langsung sebagai perpindahan, menghapus interpretasi sekunder dan modeling.

 

  • Memantau aset dari jarak jauh hampir di mana saja di seluruh dunia melalui komunikasi nirkabel dan internet.

 

Sumber:https://news.detik.com/berita/d-3373693/ini-dampak-pergerakan-tanah-ambles-di-panggul-kabupaten-trenggalek



Another Blog