Home     About Us     Partners     Clients     Experiences     Testimoni     Magang     Member

twittergoogle+linkedin

Konfigurasi Misalignment

15 October 2014 01:51


Sebelum kita melakukan koreksi alignment , kita perlu mengambil data alignmet saat ini, kemudian dari data itu kita harus mampu menggambar untuk mendapatkan bayangan seperti apa posisi mesin yang akan di koreksi dan bagaimana koreksi itu harus dilakukan. Kemudian ketelitian kalkulasi dan kecepatan melakukan  alignment merupakan hal yang sangat penting.

 

  1.  Angular  Offset  Mis-alignment

Sumbu poros motor dan pompa tidak segaris dan membentuk sudut pada bidang vertical dan bidang horizontal (dilihat dari samping maupun atas.

Jika  dilihat dari atas kedua sumbu mesin tidak segaris dan membentuk sudut

Jika  dilihat dari samping kedua sumbu mesin tsb. tampak sejajar tetapi tidak segaris /satu sumbu atau disebut offset.

Kerugian Mesin Yang Tidak Alignment
Dalam penelitian sekitar 40% kerusakan mesin rotasi disebakan oleh misalignment, hal ini tentu saja sangat merugikan. Sedangkan sebab utama misalignment lebih banyak disebabkan oleh factor manusia antara lain : karena tidak tahu, tahu tetapi belum bisa mengerjakan, tahu dan bisa mengerjakan tetapi malas melakukan.
Kerugian - kerugian misalignment :

  • Konsumsi energi ( listrik, bahan bakar, steam) penggerak meningkat sekitar 5 -10%.
  • Beban yang dderita mesin  bertambah, umur bearing berkurang dengan faktor 3 dari bertambahnya beban
  • Kerusakan premature pada bearing,poros,seal,kopling dll.
  • Temperatur  tinggi pada casing,bearing atau minyak lubrikasi.
  • Kebocoran pada sealnya bearing, mechanical seal.
  • Kopling menjadi panas dan cepat rusak.
  • Baut koping mudah kendor / patah. Baut pondasi kendor.
  • Vibrasi tinggi kearah radial dan axial.


METODE ALIGNMENT
Banyak metode untuk melakukan alignment, agar berhasil mendapatkan hasil yang akurat dengan waktu cepat. Namun semua itu sangat bergantung kepada tersedianya alat dan kemampuan sumber daya manusia.  Jadi peningkatan kemampuan alat dan kemampuan harus selalu ditingkatkan.  Perlu membuat Standard Instruksi Kerja, manual dan spesikasi alignment setiap mesin  dan histori alignment atau catatan penting mengenai alignment / vibrasi.


Membuat persiapan secara matang sangat menentukan
keberhasilan melakukan alignment. Persiapan2 meliputi :

  1. Identifikasi mesin dan mencari informasi yang relevan tentang mesin yang akan di-alignment. Informasi-informasi penting antara lain tentang mesin (Machine Data Sheet), komponent mesin, kopling, bearing. Apakah mesin berubah posisi dari kondisi dingin ke operasi? Berapa suhu operasi? Berapa kompensasi, muai-nya? Apakah memelukan peralatan spesial?
  2. Inspeksi pondasi mesin dan base-plate untuk mengidentifikasi kerusakan atau masalah. Jika perlu diperbaiki , rencanakan sewaktu mesin shut-down. Histori vibrasi, analisa / diagnose masalah yang pernah terjadi.
  3. Mempersiapkan peralatan yang diperlukan atau sesuai dengan metode yang akan dipilih misal :  dial indicator, braket, shim, jackscrew, alat angkat , micrometer, alat alignment lacer, alat tulis dan kertas perhitungan, catatan spesifikasi atau alignment record/history.
  4. Mempersiapkan sipelaksana yang akan melakukan, seharusnya menguasai :
  • Metode alignment yang sesuai
  • Menggunakan semua peralatan alignment
  • Cara melakukan alignment secara akurat,
  • Cara mengukur soft-foot, run-out, sag
  • Prosedur memindahkan posisi mesin,
  • Memeriksa perpindahan statis dari casing,
  • Melakukan kalkulasi perubahan posisi, pemuaian akibat perubahan suhu.
  • Menggunakan atau kalkulasi toleransi yang diijinkan.
  • Mengetahui target alignment yang harus dicapai.
  • dan catatan2 lain yang diperlukan.

 

 

Persiapan Keselamatan Kerja
Safety First / Utamakan keselamatan.

 

Di semua  Instalasi Industri atau Pabrik umumnya memiliki “Prosedur Keselamatan Kerja”, yang mengharuskan setiap orang yang akan melakukan suatu pekerjaan maintenance harus meminta “Permit Kerja”. Memiliki permit berarti unit sudah diamankan untuk siap dilakukan pekerjaan pemeliharaan, tujuannya yaitu untuk menjaga keselamatan orang yang melakukan pekerjaan.
Beberapa Cara antara lain :

  • Lock-out system : setelah di matikan mesin harus di-isolasi dengan cara di rantai & dikunci di semua valve/kerangan, breaker motor. Biasanya penguncian dilakukan oleh pihak yang  melakukan pekerjaan dan bagian yang memberikan pekerjaan.
  • Tag system : cara ini mirip dengan cara tsb. diatas tetapi tidak melakukan penguncian, melainkan hanya memasang Tag. Yang bertuliskan jangan dibuka, jangan dioperasikan, atau jangan di ganggu atau sejenisnya. Tag adalah kertas tebal yang ber tuliskan dan di tandatangai oleh yang berwenang misal: kerangan “jangan dioperasikan” atau DON’T OPERATE dsb.
  • Cara kombinasi , yaitu melakukan penguncian dan memasang tag atau tulisan tanda larangan.

 

Langkah Pra-alignment
Urutan pekerjaan secara singkat  sbb:

  • Melepaskan kopling-hub, berilah tanda untuk memasang kembali pada pasangan tempat yang sama. Cobalah apakah driver dan driven mudah diputar. Dalam hal ini mesin yang akan di alignment sudah dalam keadaan baik.
  • Chek awal : run-out, soft-foot, bearing apakah baik, fondasi & baut fondasi apakah baik, base-plate apakah baik, tarikan pipa / pipe strain baik,
  • Lakukan bacaan alignment beberapa kali untuk mendapatkan data yang akurat dan catat data. Analisa apakah hasil bisa diterima atau harus melakukan koreksi ?

 

Langkah Alignment.
Jika data yang diambil menunjukan bahwa mesin dalam kondisi mis- alignment, maka buatlah kalkulasi  untuk menentukan perubahan posisi mesin (kemana dan berapa jauh). Buatlah target yang harus dicapai berapa harga cold & hot alignment: kemudian merubah posisi mesin vertikal, lateral dan aksial.Memeriksa ulang alignment , kalkulasi lagi perpindahan yang dibutuhkan dan ulang prosedur ini sampai mendapatkan harga alignmant mesin dalam batas toleransi yang diijinkan.


Hasil

  • Chek kekencangan baut pondasi dan ambil data alignment yang terakhir.
  • Pasang kembali kopling (matching tanda sewaktu membongkar), coba apakak mudah diputar, kemudian pasang kembali tutup kopling.
  • Setelah pekerjaan selesai dan system permit dibuka, operasikan mesin untuk memastikan pekerjaan berhasil baik. Perhatikan selama mesin dioperasikan dan ambil data : suhu bearing, vibrasi dan parameter lainnya.
  • Pantau dan catat selama waktu kira2  1 jam, hasil  sudah dapat disiimpulkan apakah alignment berhasil baik.


1.    Metode Kasar
Metode yang paling kuno, paling sederhana, paling kasar ini hasilnya tentu untung-untungan, mungkin hasilnya baik tapi bisa juga kerusakan fatal. Peralatan yang dipakai al: penggaris logam/metal, taper gage, feeler gage atau inside mircometer.
Keuntungan :

  • Kopling tidak perlu diputar
  • Alat cukup sederhana , murah harganya
  • Cara sangat sederhana , cepat dan mudah mengerjakannya .

 

Kerugian :

  • Tidak kurang teliti/akurat.
  • Hasil kurang dapat dipertanggung-jawapkan.
  • Tidak direkomendasikan untuk mesin2 kapasitas besar, putaran tinggi,
  • Sulit dibuat perhitungan2 dan catatan yang akurat.
  • Hanya untuk kopling yang mempunyai toleransi sangat tinggi.

 

Metode penggaris
Menggunakan penggaris untuk menentukan parallel gap. Cara ini dapat dilakukan hanya jika diameter hub-kopling sama, atau langsung menggunakan penggaris pasa poros jika diameter poros juga sama.
Prinsipnya : dengan mengandalkan ketelitian mata untuk menentukan penyimpangan alignment seperti terlihat gambar dibawah ini.

 

Langkah2 alignment :

  • Pilihlah mesin yang mudah direposisi misal motor listrik
  • Untuk menentukan apakah motor harus naik atau turun, letakan penggaris pada bagian atas kopling.
  • Ukurlah  parallel gap X misal 10 mils dengan feeler gage , mesin B kurang naik 10 mils.
  • Tambahkanlah shim 10 mils di empat kaki motor.
  • Selanjutnya letakan penggaris pada sisi kiri atau kanan kopling untuk mengetahui apakah motor harus digeser kekiri atau kekanan.
  • Pada contoh ini diansumsikanm motor perlu digeser kekanan sebesar Y.
  • Setelah mengadakan reposisi berdasarkan pengukuran tsb, sebaiknya di chek  lagi seperti  langkah awal.
  • Jika pengechekan masih belum alignment, kita harus melakukan reposisi lagi.
  • Ketelitian merupakan kunci untuk medapatkan hasil terbaik dengan waktu lebih singkat

 

Motor harus dinaikan sebesar X  agar  sumbu mesin A segaris dengan sumbu mesin B (dilihat dari atas)

 

Motor harus digeser kekanan sebesar Y agar sumbu mesin A segaris dengan sumbu mesin B (dilihat dari samping)

Sumber: http://soemarno.org/2008/10/08/konfigurasi-misalignment/



Another Blog