Home     About Us     Partners     Clients     Experiences     Testimoni     Magang     Member

twittergoogle+linkedin

Analisa Kelayakan dan Pemantauan Kesehatan Struktur Bangunan

08 November 2018 07:29


Salah satu alasan sebuah Gedung layak beroperasi yaitu ketika struktur bangunan pada gedung tersebut dinyatakan sudah memenuhi standart pembangunan, sehingga bangunan bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama.

 

Sayangnya, di beberapa wilayah masih banyak kejadian bangunan yang runtuh akibat kelalaian pada struktur pembangunan dan efeknya bukan hanya menimbulkan kerugian material tapi juga menelan korban, baik itu korban luka ataupun korban jiwa.

 

Berikut ini 3 kasus runtuhnya bangunan di beberapa negara :

 

Royal Place Hotel (Nakhon Rachasima Thailand)

Pada 13 Agustus 1993, Hotel mewah dengan 6 lantai ini runtuh dalam waktu kurang dari 10 detik, tercatat ada 227 orang cedera dan 137 korban jiwa pada kejadian tersebut. Setelah diselidiki ternyata pada tahun 1990 dilakukan penambahan lantai tanpa izin yang jelas, selain itu debit air yang ditampung pada penampungan air terlalu besar.

 

Hotel New World (Singapura)

Masyarakat Singapura dihebohkan dengan berita runtuhnya Hotel New World pada tanggal 15 Maret 1986. Hotel berlantai 6 ini diperkirakan runtuh hanya dalam waktu 60 detik sehingga mengubur hidup-hidup 17 orang di dalamnya hingga akhirnya dilakukan penyelamatan. Kejadian ini menewaskan 33 orang.

 

Setelah dilakukan penyelidikan secara bertahap akhirnya disimpulkan adanya kejanggalan berupa tidak terhitungnya beban mati (dead load) pada proses perencanaan Gedung dan  faktor penting lainnya yang diabaikan oleh manajemen pemeliharaan Gedung.

 

Balkon BEI (Indonesia)

Bukan hanya di luar negeri, tragedi runtuhnya bangunan juga pernah terjadi di Indonesia. Salah satunya yang cukup menghebohkan yaitu runtuhnya balkon atau selasar BEI yang menyebabkan beberapa orang cedera yang mayoritas dari kalangan mahasiswa karena pada saat itu mereka sedang melakukan kunjungan dan posisi mereka tepat berada di balkon.

 

Penyimpangan struktur bangunan

 

Foto Balkon BEI yang Ambruk

 

Dilansir dari tribunnews.com, Direktur Bina Penyelenggara Ditjen Bina Konstruksi Kemeterian PUPR Sumito menduga lantai mezanin pada balkon tidak kuat menahan beban yang ada karena pada saat itu terlihat ada lebih dari 10 orang yang berada di atas balkon dalam keadaan diam.

 

Sertifikat Laik Fungsi (SLF) pada Bangunan

Dari 3 kasus tersebut bisa dilihat, ternyata kebanyakan penyebab runtuhnya bangunan karena kelalaian dalam Analisa kelayakan struktur bangunan dan kurangnya pemantauan kesehatan struktur bangunan.

 

Sedangkan di Indonesia sendiri setiap bangunan seharusnya memiliki Sertifikasi Laik Fungsi (SLF). Berdasarkan ketetapan peraturan Menteri No. 25/PRT/M/2007 pada lampiran poin A no.3 menjelaskan bahwa salah satu persyaratan penerbitan sertifikat laik fungsi (SLF) adalah pemenuhan persyaratan teknis, diantaranya yaitu bukti dokumen pengujian di lapangan (on site) atau di laboratorium terkait keselamatan dan kesehatan termasuk kenyamanan struktur.

 

Penjelasan Sertifikat Laik Fungsi pernah dibahas disini :

Belajar dari Balkon BEI, Sejauh Mana Sertifikasi Laik Fungsi Bangunan ?

 

Penyimpangan Struktur Bangunan

Setiap struktur bangunan dirancang untuk bisa menyalurkan beban (load) dan tegangan (stress) secara merata sehingga proses penahanan beban dapat berjalan seimbang. Namun, pada saat beban yang diterima tidak bisa didistribusikan sesuai rencana awal maka dapat mengalami penumpukan pada bagian tertentu.

 

Efeknya, bagian yang menerima penumpukan beban tersebut akan mengalami kondisi fatigue (kelelahan) karena adanya tegangan berlebih atau overstress sehingga dapat mengalami retak (crack) dan jika tidak segera ditangani maka dapat mengalami runtuh.

 

Uji Kelayakan Struktur Bangunan

Melihat resiko terjadinya penyimpangan struktur bangunan, maka setiap struktur bangunan baik itu baja ataupun beton harus melewati fase uji kelayakan. Ada 2 macam pengujian yaitu NDT (non destructive test) atau pengujian tanpa merusak material dan DT (Destrcutive Test) uji dengan merusak material.

 

Metode NDT Uji Kelayakan Bangunan

 

Ultrasonic Pulse Velocity

 

Pengujian ultrasonic pulse velocity bertujuan untuk menentukan kualitas beton dengan menggunakan alat khusus yang dapat mengeluarkan pulsa ultrasonic yang dapat merambat ke permukaan padat. Dengan pengujian ini maka bisa dianalisa apakah mutu beton pada saat perencanaan bisa sesuai dengan mutu beton di lapangan ketika pembangunan sudah selesai.

 

ultrasonic pulse velocity

 

Metode UPV

 

Brinell Test

Pengujian ini termasuk salah satu uji kekerasan (hardness Test) dan biasanya dilakukan di laboratorium sipil mesin pengujian yang disebut hardness tester. Dengan alat ini bisa dilakukan analisa mutu aktual baja atau beton yang diuji.

 

Thickness Test

Ketebalan material merupakan salah satu parameter yang harus dianalisa untuk menentukan kelayakan bangunan. Biasanya pengujian ini menggunakan alat yang disebut ultrasonic flaw detector atau bisa juga dengan hardness tester.

 

Pile Test

Fly over, Gedung dan bangunan tinggi lainnya menggunakan tiang pancang sebagai pondasi penahannya. Maka dari itu dibutuhkan pengujian tiang pondasi seperti CSL Test, PIT Test dan PDA Test.

 

Metode DT Uji Kelayakan Bangunan

 

Tensile Test

Setiap material harus diketahui nilai tegangan maksimal yang bisa diterima, caranya dengan melakukan tensile test (uji tarik) menggunakan mesin pengujian yang sudah terintegrasi dengan komputer yang disebut tensile tester.

 

Material yang diuji akan ditarik sampai putus, nantinya nilai pengukuran akan terhitung secara otomatis menggunakan software khusus yang sudah terinstal di komputer. Setelah itu, nilai kurva pengukuran bisa di lihat di monitor komputer.

 

Uji Tekan

Pengujian ini dilakukan untuk menentukan tingkat maksimal ketahanan material ketika menerima beban tekan. Alat yang digunakan disebut universal testing machine, dimana material nantinya diletakan di atas mesin uji kemudian ditekan sampai retak bahkan hancur. Nantinya nilai hasil pengukuran akan terlihat di layar monitor komputer yang sudah terintegrasi dengan mesin uji.

 

Informasi lengkap seputar uji tekan material khususnya beton untuk bangunan bisa dilihat disini :

Slump Test dan Uji Tekan Beton untuk Menjaga Kualitas Pondasi Bangunan

 

Structural Health Monitoring System (SHMS)

Setelah semua pengujian kelayakan struktur bangunan dilakukan maka tahap selanjutnya bisa dilakukan sistem pemantauan kesehatan bangunan dengan teknologi SHMS (Structural Health Monitoring System). Teknologi ini menggunakan sensor yang sudah terintegrasi dengan data logger dan instrument lainnya untuk memantau kesehatan struktur bangunan.

 

structural health monitoring system

 

Metode pemantauan ini bisa dilakukan pada saat proses pembangunan ataupun ketika bangunan sudah beroperasi. Dengan teknologi SHMS maka umur bangunan bisa lebih Panjang dari yang diperkirakan sebelumnya.

 

Pemantauan kesehatan bangunan sebaiknya menjadi agenda rutin manajemen pemeliharaan bangunan (Gedung, rumah sakit, jembatan, dan lainnya). Dengan begitu, tingkat kerusakan struktur bangunan bisa diminimalisir sehingga dapat menghemat biaya operasional perawatan Gedung.

 

Silakan Anda lihat informasi lengkap seputar SHMS disini :

Apa Itu Structural Health Monitoring System ?

 

Kesimpulan

Uji kelayakan struktur bangunan memiliki fungsi utama untuk menganalisa kualitas material yang digunakan sebagai bahan baku strukur sehingga memiliki ketahanan dan kekuatan yang bagus ketika diaplikasikan pada bangunan. Sedangkan sistem pemantauan kesehatan bangunan bertujuan untuk menganalisa ketahanan struktur bangunan yang sudah berdiri sehingga dapat mengurangi tingkat kerusakan dan resiko runtuhnya struktur bangunan.

 

Penutup

Dengan material yang memenuhi standart kualitas sebagai bahan baku stuktur bangunan dan dilengkapi pemantauan kesehatan struktur bangunan secara berkala, maka bisa dipastikan bangunan tersebut bisa bertahana dalam jangka waktu yang lama dan hanya mengalami sedikit perbaikan.

 

Testindo sebagai perusahaan measurement and monitoring system menyediakan layanan SHMS (Structural Health Monitoring System) , Ultrasonic Pulse Velocity, PDA Test , CSL Test dan juga menyediakan solusi engineering seperti vibration monitoring, repair upgrade mesin industri dan lainnya.

 

Informasi pemesanan dan konsultasi silakan hubungi kami di nomor Telepon : 021 29563045 dan email : sales@testindo.com atau bisa juga melalui chat interaktif kami yang ada di pojok kanan bawah website ini.



Another Blog