Home     About Us     Partners     Clients     Experiences     Testimoni     Magang     Member

twittergoogle+linkedin

Penilaian Komite Keselamatan Konstruksi Tentang Longsor Underpass Bandara Soetta

08 February 2018 03:41


Sebuah insiden yang terjadi pada dinding perimeter selatan Bandara Soekarno-Hatta masih menyimpan duka bagi korban yang ditinggalkan. Dinding yang baru saja selesai pembangunan telah mengalami kegagalan konstruksi akibat beban tanah yang ada di sekitarnya.

 

Robohnya dinding terjadi pada Senin (5/2/2018) sekitar pukul 18.00 dan menimbun mobil yang sedang melintas, korban adalah dua orang karyawan Garuda Maintenance Facility (GMF) berhasil dievakuasi dari reruntuhan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Tanggerang dan Siloam.

 

Beberapa faktor pada pengerjaan dinding tersebut menjadi sorotan karena kurang mampu menahan beban tanah, selain itu juga ada dugaan pada pondasi yang kurang mampu menahan pergerakan tanah. Seperti diketahui, daya dorong tanah akan meningkat ketika tanah disekitarnya terkena air.

 

Dilansir Bisnis.com, Direktur Bina Penyelenggara Konstruksi Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Sumito mengatakan “ dinding penahan tanah itu ketika sedang hujan akan memberikan daya dorong yang lebih besar karena tanahnya bercampur dengar air.” Ujarnya

 

Akibat insiden tersebut, kereta api bandara pun diberhentikan sementara agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, mengingat kondisi tanah tersebut masih labil. Pihak petugas bandara juga melakukan pengaturan lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan dan dialihkan ke Perimeter Utara.

 

Testindo sebagai perusahaan control dan monitoring system menyediakan layanan Crack Monitoring System dan Slope Monitoring System untuk memantau keretakan tanah dan kestabilan konstruksi pada wilayah atau tempat yang rawan longsor.

 

Info lebih jelasnya silakan hubungi kami mellaui nomor Telepon: (021) 29563045, Whatsapp: 0813 9929 1909, Email: sales@tesindo.com



Another Blog