Home     About Us     Partners     Clients     Experiences     Testimoni     Career     Magang




     twitter   google+

Latest Post


Mengenal Uji Tarik (Tensile Test)

12 May 2017 06:57


Setiap material atau bahan memiliki sifat (kekerasan, kelenturan, dll) yang berbeda-beda. Untuk mengetahui sifat dari suatu material maka diperlukan suatu pengujian, salah satu pengujian yang paling sering dilakukan yaitu uji tarik (tensile test). Pengujian ini memiliki fungsi untuk mengetahui tingkat kekuatan suatu material dan untuk mengenali karakteristik pada material tersebut.

 

 

Prinsipnya, uji tarik ini dilakukan menggunakan mesin yang dapat memberikan gaya tarik yang cukup kuat pada material dan juga memberikan cengkraman yang kencang sehingga material tidak terlepas ketika diberikan gaya tarik.

 

 

Ada banyak hal yang bisa didapatkan dari uji tarik, dengan memberikan gaya tarik pada material sampai putus maka semua susunan struktur material bisa diketahui dengan jelas sehingga dapat menentukan kualitas dari material tersebut.

 

 

Bahan atau material yang sering dijadikan objek untuk uji tarik adalah rubber dan logam. Kedua bahan ini memiliki sifat yang berbeda dari setiap prosesnya. Misalkan, sifat rubber dan logam sebelum dipanaskan pasti memiliki perbedaan ketika sudah dipanaskan.

 

 

Penggunaan Hukum Hooke (Hooke’s Laws pada Uji Tarik

 

Uji tarik memiliki prinsip dasar dari hukum hooke (hooke’s law) dimana regangan (strain) dan rasio tegangan (stress) adalah konstan.

 

 

Stress (σ) = Beban (F) : Luas Penampang Bahan (A)

 

 

Strain(ε) = Pertambahan Panjang (ΔL) : Panjang Awal bahan (L)

 

 

Sehingga hubungan dari strain dan stress dapat dirumuskan menjadi :

 

 

E = σ/ ε

 

 

Beberapa Istilah pada Uji Tarik

 

 

Derajat Kelentingan (Resilience)

 

 

Biasanya dijadikan kapasitas/volume suatu bahan untuk menyerap energi dalam fase plastis. Derajat kelentingan juga sering disebut Modulus Kelentingan (Modulus of Resilience) yang memiliki satuan strain energy per unit volume (joule/m3 atau Pa).

 

 

Kelenturan (Ductility)

 

 

Merupakan sifat material yang menunjukkan derajat deformasi plastis yang terjadi pada saat material belum putus pada saat uji tarik.

 

 

Pengerasan Regang ( Strain Hardening)

 

 

Sifat suatu material yang ditandai dengan nilai naiknya tegangan berbanding dengan tegangan setelah memasuki fase plastis.

 

 

Derajat Ketangguhan (toughness)

 

 

Kapasitas atau volume suatu bahan untuk menyerap energi pada fase plastis sampai bahan atau material tersebut putus.

 

 

Regangan Sejati dan Tegangan Sejati (True Strain dan True Stress)

 

 

Regangan dan tegangan berdasarkan luas penampang bahan yang didapat secara real time

 

 

Batas Proporsional σp (proportional limit)

 

 

Batas minimal dari hukum hooke atau batas dimana hukum hooke ini masih bisa ditolerir

 

 

Tegangan Luluh Atas σuy (upper yield stress)

 

 

Tegangan maksimum sebelum daerah landing benar-benar memasuki fase plastis

 

 

Tegangan Luluh Bawah σiy (lower yield stress)

 

 

Tegangan minimum sebelum landing memasuki daerah fase plastis

 

 

Regangan Luluh εy (yield strain)

 

 

Regangan yang bersifat permanen ketika bahan akan memasuki fase plastis

 

 

Regangan Elastis εe (elastic strain)

 

 

Regangan yang terjadi akibat perubahan elastis pada material

 

 

Tegangan Tarik Maksimum (Ultimate Tensile Strength)

 

 

Besar tegangan maksimum yang dihasilkan pada uji tarik

 

 

Kekuatan Patah (Breaking Strength)

 

 

Besar tegangan ketika material yang diuji patah / putus

 

 

Uji tarik biasanya dilakukan menggunakan Universal Testing Machine. Pada setiap prosesnya akan didapatkan data material yang bisa dianalisa. PT Testindo sebagai perusahaan control system di Indonesia melayani penjualan dan juga pembuatan (custom) Universal Testing Machine sesuai dengan permintaan dan kebutuhan industri.

 

 

Jika anda berminat silakan hubungi staff kami melalui nomor telpon pada website ini atau melalui fitur chatting warna biru yang ada di pojok kanan bawah website ini.