Pentinganya Condition Monitoring Pada Mesin Pabrik Penghasil Pupuk
04 March 2014 15:20
Pada bulan januari lalu PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) melansir, bahwa sepanjang 2013 hasil produksi pupuk tak sesuai target. Penyebapnya adalah banyak kendala yang dihadapi saat proses produksi, salah satu kendala tersebut adalah rusaknya mesin di dua pabrik urea yang ada.
Menurut Direktur PT Pupuk Kujang Cikampek, Bambang Tjahjono, "Sampai akhir tahun, produksi urea hanya mencapai 885 ribu ton. Atau hanya terealisasi 91 persen dari target 970 ribu ton," adapun jumlah produksi untuk NPK, yang terealisasi hanya 148 ribu ton dari target 225 ribu ton atau sekitar 66% yang terealisasi. Sedangkan pupuk organik hanya mampu tercapai 25 ribu ton, 63% dari target produksi 40 ribu ton.

Menurut Bambang, target tersebut merupakan standarisasi internal yang dibuat perusahaan. Dengan kata lain, PKC menentukan sendiri target internal perusahaan. Namun demikian, target ini jauh lebih besar dari target yang ditetapkan pemerintah pusat.
"Jadi, meskipun hasil produksi tak sesuai target namun pada kenyataannya PKC masih memiliki stok pupuk. Bahkan, pupuk untuk dua bulan ke depan sangat aman," jelas dia. Menurut dia, tak terealisasinya targetan internal ini disebabkan oleh kerusakan mesin di dua pabrik yang ada. Akibatnya, pabrik 1A harus berhenti produksi selama 82 hari, sementara pabrik 1B harus off selama 30 hari.
"Untuk mengantisipasi hal itu, kami akan melakukan upaya dengan cara memperbaiki mesin di kedua pabrik secara menyeluruh. Terutama, mesin di pabrik 1B yang kondisinya relatif masih baru," kata dia
Dari informasi diatas dapat disimpulkan bahwa kurangnya pemantauan kondisi (condition monitoring) pada mesin produksi, sehingga mesin menjadi rusak dan tidak dapat beroperasi.
Untuk mencegah hal tersebut tidak terulang lagi perlu dilakukan condition monitoring secara periodik dan terus menerus. Condition monitoring pada mesin adalah proses pemantauan kondisi pada mesin melalui parameter fisik tertentu yang berhubungan dengan operasi kerja yang diobservasi atau diamati untuk menentukan integritas dari mesin itu sendiri sehingga dapat diambil sebuah tindakan.
Untuk melakukan proses pemantauan kondisi pada mesin dibutuhkan engineering berpengalaman yang dapat membantu anda dalam melakukan proses tersebut. PT Testindo selaku perusahaan yang bergerak dibidang jasa pengujian serta menjual beberapa produk pengujian, memiliki engineering berpengalaman yang dapat membantu anda dalam memberikan solusi terbaik untuk permasalahan anda.
http://www.inilahkoran.com/read/detail/2060974/mesin-rusak-produksi-pupuk-pkc-tak-sesuai-target
Another Blog
-
Keuntungan Menggunakan Building Automation System
Sekarang ini perkembangan teknologi mulai sangat pesat, mulai dari telpon kabel yang berevolusi menjadi… -
5 Alat Uji Material yang Wajib Dimiliki Pelaku…
Manufaktur dikenal sebagai industri yang mengolah bahan atau material mentah menjadi barang jadi yang… -
Perbedaan Bendungan dan Bendung yang Harus Anda…
Ketika datang musim hujan maka fungsi bendungan dan bendung sangat berperan penting untuk mencegah terjadinya… -
Mencegah Bangunan Roboh Saat Gempa Bumi dengan…
Gempa bumi merupakan bencana alam yang paling ditakuti oleh masyarakat dan para pekerja kantoran, mereka…

