Home     About Us     Contact Us     Career     Magang




     twitter   google+

Latest Post


Tata cara pemasangan kurang baik, PIPA Gas di Sengkang diduga bermasalah

DSC_0014-e1340403164938.jpg Prosedur atau tata cara pemasangan (instalasi) pipa sebaiknya perlu diperhatikan karna jika tidak memenuhi persyaratan atau standar yang berlaku maka akibatnya dapat membahayakan keselamatan nyawa orang banyak selain itu diperlukan juga inspection tools yang berfungsi sebagai instrument dan sensor untuk mendeteksi kerusakan yang terjadi. Sebagai contoh  seperti yang terjadi beberapa waktu lalu  di daerah SENGKANG SULAWESI SELATAN terjadi dugaan pemasangan pipa yang  kurang memperhatikan standard operational procedure.
 
 
 Seperti dikutip dari www.migas.esdm.go.id yaitu Pemasangan instalasi pipa bawah tanah untuk mengantarkan gas dari pabrik gas ke rumah-rumah penduduk di Kota Sengkang, Wajo,ditengarai bermasalah.


Pemasangan pipa itu dinilai menyalahi aturan karena penimbunan hanya menggunakan tanah tanpa menambahkan pasir di sekitar pipa.Hal itu dikhawatirkan akan membuat kondisi pipa labil dan mudah rusak saat gas disalurkan nanti. Pipa yang rusak berpotensi menimbulkan kebocoran gas yang bisa membahayakan warga.
 
 
Salah satu Tokoh masyarakat Wajo,Jamaluddin, mengatakan, dia menemukan pemasangan pipa yang tidak sesuai persyaratan itu di sekitar Rumah Jabatan Bupati Wajo. “Saya sempat menegur pekerja. Saya bahkan meminta mereka membongkar kembali pipa itu,” ujar Jamaluddin yang juga Kepala Badan Ke-pegawaian Daerah (BKD) Wajo ini,kemarin.


Selain itu Aktivis Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Muh Marsose Gala juga meminta Pemerintah Kabupaten Wajo menyikapi hal tersebut dengan menegur pelaksana proyek. Menurut dia,aturan penimbunan itu jelas, yakni kedalaman galian 110 cm, lapisan bawah diberi pasir setebal 10 cm,kemudian lapisan atas juga diberi pasir 10 cm, baru kemudian ditimbun dengan tanah.
 
 
Pihak pelaksana proyek PT Guntur,H Aman, yang hendak dikonfirmasi terkait keluhan warga ini, belum berhasil dimintai keterangan. Beberapa kali upaya menghubunginya lewat telepon seluler selalu gagal. Keluhan warga terkait pemasangan pipa gas ini bukan pertama kali.Sebelumnya warga yang permukimannya dilalui pipa gas mengeluhkan bekas galian yang dibiarkan terbengkalai dan tidak ditutup seperti semula.
 
 
 
Ketika hujan turun,kondisi jalan di sekitar lokasi pemasangan pipa menjadi becek dan penuh lumpur. Galian berupa aspal juga berserakan di jalan. Penanggung jawab PT Guntur, H Aman, belum lama ini menjamin jalan yang dilalui galian pipa akan diperbaiki kembali sesuai bentuk semula. “Apabila jalan aspal, kami akan aspal ulang.Jika itu jalan beton, kami akan beton ulang juga,”katanya.
 

Pemasangan pipa gas ini bertujuan menyalurkan gas dari pabrik PT Energy Sengkang di Patila, Kecamatan Pammana, Sengkang,ke rumah penduduk. Sebanyak 4.000 rumah penduduk akan dialiri gas langsung dari pabrik.Gas ini diklaim jauh lebih murah dibandingkan gas elpiji.Pemakaiannya pun lebih bersih. Kota Sengkang termasuk salah satu di antara lima kota di Indonesia yang mendapat proyek city gas ini.
Terkait dengan kejadian diatas diperlukan juga alat yang berguna mendeteksi kebocoran atau permasalahan yang terjadi dalam pipa sehingga akan mengurangi resiko kerusakan dan permasalah yang terjadi.
 
 
Pengelolaan pipa menyajikan tantangan yang cukup unik. Mereka panjang panjang, nilai tinggi, risiko tinggi dan sering sulit kondisi akses, memerlukan pemantauan terus menerus dan optimasi dari intervensi perawatan. Perhatian utama untuk pipa pemilik berasal dari kebocoran kemungkinan yang dapat memiliki dampak yang parah pada lingkungan dan menempatkan pipa keluar dari layanan untuk memperbaiki. Kebocoran dapat memiliki penyebab yang berbeda, termasuk deformasi yang berlebihan yang disebabkan oleh gempa bumi, tanah longsor atau tabrakan dengan kapal jangkar, korosi, keausan, kekurangan material atau bahkan sengaja merusak. Kebocoran dapat dideteksi dan dilokalisasi menggunakan didistribusikanserat optik sensor suhu.
Pipa cairan menghasilkan sebuah hot spot-di lokasi kebocoran, sementara jaringan pipa gas menghasilkan dingin-spot karena relaksasi tekanan gas.
 
 
Pipa.jpgAnomali termal lokal dapat dideteksi oleh didistribusikan pengukuran dengan waktu yang baik spasial, dan temperatur Resolusi seperti sistem DiTeSt. Selain itu, sering mungkin untuk mendeteksi kerusakan sebelum keadaan kritis tercapai. Sistem ini yang idealnya cocok untuk tugas-tugas. Mengukur ketegangan didistribusikan itu mungkin untuk menentukan tekanan meningkat karena eksternal tindakan seperti tanah longsor dan gempa bumi atau ke internal penyebab seperti pengurangan penampang karena korosi dan keausan.
 
 Akhirnya, didistribusikan suhu dan pemantauan regangan dapat mendeteksi intrusi pihak ketiga sebelum kerusakan dilakukan untuk pipa Sistem DiTeSt dapat digunakan untuk pengukuran didistribusikan dari kedua ketegangan dan suhu lebih dari jarak yang sangat panjang, membatasi jumlah instrumen yang diperlukan untuk memantau jaringan pipa panjang. Komponen sistem Pipa  sistem pemantauan didasarkan pada kombinasi dari kabel penginderaan, instrumen pengukuran dan pengolahan data software.
 

 Kabel yang berbeda tersedia untuk penginderaan temperatur (suhu normal dan tinggi), penginderaan ketegangan dan dikombinasikan saring dan penginderaan temperatur. Kabel ini dirancang untuk dipasang pada permukaan pipa atau dalam kedekatannya, seperti yang digambarkan dalam gambar. Para instrumen pengukuran DiTeSt dapat mengukur sensor dengan panjang hingga 2 km x 30 (hulu dan hilir). Menggunakan Ekstensi Range DiTeSt modul adalah mungkin untuk memantau hingga 250 km dari satu instrumen. Khusus paket perangkat lunak yang tersedia untuk mendeteksi kebocoran dari gas, cairan, dan pipa multifase, untuk menampilkan dan mempublikasikan pengukuran menghasilkan antarmuka user-friendly dan untuk menghasilkan peringatan ketika kondisi abnormal terdeteksi.
 
 
Testindo.com selaku perusahaan pengujian dan pengukuran mempunyai beberapa product inspection tools yang dapat mendeteksi permasalahan pipa, diantaranya NDT ( Non Desturctive Test ) product yaitu Portable X-ray generator RIX-MC series (Pulse Type), Portable X-ray generator RIX-NM series (Pulse Type),  Portable X-ray generator RIX-CP series (CP type) dan masih banyak lagi alat inspection tools yang kami miliki.
 
 
Selain itu terdapat system monitoring yang disebut pipeline monitoring systems yang dapat digunakan untuk memantau secara dini jika terjadi kebocoran atau hal yang tidak diharapkan pada pipa seperti  adanya aktivitas tidak bertanggung jawab seperti pemasangan bor atau tap untuk pencurian minyak, mendeteksi pergerakan minyak dan pergerakan tanah di bawahnya, dan untuk memonitor deformasi pipa.
 
 
 
 

Sumber: http://www.migas.esdm.go.id/tracking/berita-kemigasan/detil/264210/0/Pemasangan-Pipa-Gas-di-Sengkang-Diduga-Bermasalah