Home     About Us     Contact Us     Career     Magang




     twitter   google+

Latest Post


Uji Penyelidikan Tanah

Penyelidikan Tanah / Soil Investigasi

Uji Penyelidikan tanah adalah kegiatan untuk mengetahui daya dukung dan karateristik tanah serta kondisi geologi, seperti mengetahui susunan lapisan tanah/sifat tanah, mengetahui kekuata lapisan tanah dalam rangka penyelidikan tanah dasar untuk keperluan pondasi bangunan, jalan,
dll, kepadatan dan daya dukung tanah serta mengetahui sifat korosivitas tanah. Penyelidikan tanah dilakukan untuk mengetahui jenis pondasi yang akan digunakan untuk konstruksi bangunan, selain itu dari hasil penyelidikan tanah dapat ditentukan perlakuan terhadap tanah agar daya dukung dapat mendukung konstruksi yang akan dibangun, Dari hasil penyelidikan tanah ini akan dipilih alternatif /jenis , kedalaman serta dimensi pondasi yang paling ekonomis tetapi masih aman. Jadi penyelidikan tanah sangat penting dan mutlak dilakukan sebelum struktur itu mulai dikerjakan. Dengan mengetahui kondisi daya dukung tanah kita bisa merencanakan suatu struktur yang kokoh dan tahan gempa, yang pada akhirnya akan memberi rasa kenyamanan dan keamanan bila berada didalam gedung. Penyelidikan tanah yang dilakukan dilapangan yaitu bisa Sondir (DCP), Uji Boring, Uji Penetrasi Test (SPT) dan lain-lain. Dari sampel tanah yang diambil dilapangan untuk mengetahui sifat-sifat dan karakteristik tanah maka dilakukan uji laboratorium. dengan menggunakan Test.
 
Aplikasi pekerjaan

1. Uji tanah di lapangan
a. Pemboran inti / core drilling / boring (50%)
Pekerjaan ini mengambil contoh tanah untuk mengetahui lapisan tanah dan untuk
mengambil contah tanah yang akan di uji di laboratorium. Pekerjaan SPT sekaligus
dikerjakan dengan alat ini
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

b. Uji Conus / Sondir (60%)
Uji ini untuk mengetahui nilai tahanan konus (qc) terhadap konsistensi tanah
 
 
 
c. Standart Penetrasi Test (80%)
Pengujian hand boring dan SPT didasarkan atas ASTM D-1586, hasil dari pengujian ini adalah diskripsi susunan lapisan-lapisan tanah serta nilai SPT yang dinyatakan dalam N pukulan. Nilai SPT diperoleh yaitu pada tabung SPT ditekan tau dipukul sedalam 150 mm pada tanah tak terganggu sambil mencatat banyaknya pukulan yang diperlukan. Pengujian ini dilakukan bersamaan dengan pengambilan contoh tanah dan biasa dilakukan tiap 1.5 2 m kedalaman atau tiap pergantian jenis tanah.
 
 
2. Uji tanah dilaboratorium (10%)
Pengujian ini menggunakan sampel tanah yang telah di ambil pada pekerjaan core drilling yaitu undistrube sample / contoh tanah tidak terganggu. Uji laboratorium dilakukan untuk mengetahui sifat dan karakteristik tanah, Hasil dari uji laboratorium akan di korelasikan dengan hasil uji lapangan sehingga dapat didesain dimensi pondasi yang aman dan efisien.

Penyelidikan Lapangan
Penyelidikan lapangan pada dasarnya sama dengan Uji Penyelidikan Tanah
, hanya penyelidikan tanah hasil pengukuran di korelasikan dengan uji laboratorium. Selain uji lapangan menggunakan bebebrapa alat yang telah disebutkan pada penyelidikan tanah berikut beberapa alternatif alat untuk melakukan uji lapangan.

a. HMP SON
(20%)
Dilakukan dengan memberikan pukulan pada tanah yang terekam per 10 cm dan dapat tersimpan dalam perangkat dan tersedia untuk analisa lebih lanjut, data dapat ditransferke PC/laptop untuk analisa lebih lanjut. Dalam waktu singkat Anda membuat sebagai laporan pengukuran dan grafik sesuai dengan DIN EN ISO 22476-2. Sebuah laporan singkat bahkan dapat dicetak pada thermal printer secara langsung di lokasi. Hasil pengukuran seperti pengukuran Standart Penetrasi Test (SPT)
 
b. HMP LFG (20%)
Dapat menentukan daya dukung tanah dengan cepat dengan cara yang tidak rumit, alat yang mudah dibawa aleh 1 orang sangat tepat untuk pengawasan pekerjaan sipil antara lain :

 

1. Timbunan dan pemadatan untuk lapisan perkerasan jalan
2. Timbunan dan perkerasan untuk lapisan pondasi gedung
3. Timbunan dan perkerasan untuk lantai kerja


Modul lendutan dinamis juga ditampilkan untuk menyederhanakan analisis, Nilai pengukuran dapat dicetak dan dianalisis bahkan di lokasi konstruksi.