Home     About Us     Partners     Clients     Experiences     Testimoni     Magang     Member

twittergoogle+linkedin

Sistem Monitoring untuk Memantau Kesehatan Struktur Jembatan

18 April 2018 04:27


Jembatan adalah suatu konstruksi yang dibuat untuk akses penghubung dua sisi jalan yang terputus akibat aliran sungai, jurang,  jalan kereta api dan lain-lain. Konstruksi jembatan dibuat agar pejalan kaki, kendaraan  dan kereta api dapat melintasinya dengan mudah.

 

Pembangunan jembatan mempunyai jenis yang bervariasi mulai dari desain hingga material yang digunakannya. Biasanya jembatan untuk perlintasan kereta api pembangunanya akan berbeda dengan jembatan untuk kendaraan beroda.

 

Pembuatan jembatan untuk kereta biasanya menggunakan baja agar dapat menahan beban dan gaya yang dihasilkan oleh gesekan roda kereta api. Sedangkan jembatan untuk kendaraan beroda menggunakan system cable stay, jembatan gantung dan jembatan rangka baja dan dilapisi dengan beton.

 

Structural Health Monitoring System jembatan

 

Konstruksi jembatan dibangun dengan perencanaan yang memakan waktu cukup lama agar kelak jembatan kuat menahan beban kendaraan yang setiap hari melintas. Namun terkadang terdapat retakan pada beberapa bagian struktur jembatan karena faktor alam dan beban kendaraan yang berlebihan.

 

Untuk mengetahui tingkat keamaan jembatan dapat dilakukan Structural Health Monitoring System (SHMS). Tujuan dari monitoring SHMS adalah untuk memantau kekuatan struktur, mencatat gaya atau beban yang terjadi, lendutan dan regangan pada jembatan dan untuk perawatan jembatan.

 

Monitoring SHMS bisa dilakukan dengan Loading Test secara dinamis dan statis, mengukur getaran jembatan dan masih banyak lagi. SHMS Loading Test adalah suatu pengujian dengan metode pembebanan pada titik tengah jembatan.

 

structural health monitoring jembatan

 

Loading test statis

 

Pembebanan dengan metode statis adalah pembebanan yang dilakukan dengan cara memberikan beban diam pada titik tengah jembatan, kemudian sensor akan membaca gaya yang dihasilkan dari beban diam pada titik tengah tersebut.

 

structural health monitoring system jembatan load test

 

Loading test dinamis

 

Sedangkan pembebanan dengan metode dinamis adalah pengujian dengan menggunakan beban kendaraan yang dinaikan pada plat setinggi 30 cm kemudian roda kendaraan diturunkan secara dari plat akan menghantam pada jembatan. Pengujian beban pada jembatan dapat menggunakan kendaraan truck sebagai bebannya.

 

Structural health monitoring system jembatan load test   structural health monitoring system load test jembatan

 

Hasil pengujian dinamis (kiri) dan statis (kanan)

 

Sensor untuk melakukan pengujian loading test dapat menggunakan accelerometer, load cell, tilt dan strain gauges. Sedangkan untuk mengukur getaran pada jembatan dapat menggunakan alat Vibration Meter untuk mengukur akselerasi, velocity dan displacement.

 

Vibration meter di hidupkan dan lalu di setting agar pembacaan menjadi akurat, tempelkan probe vibration meter pada jembatan yang akan diuji lalu getaran yang dihasilkan dari kendaraan yang melewati jembatan akan langsung terbaca didalam layar vibration meter.

 

Dengan menggunakan SHMS diharapkan jembatan dapat terpantau kekuatan strukturnya agar tidak roboh dan tetap bertahan dari berbagai faktor alam seperti angin kencang, gempa bumi dan hujan deras.

 

Testindo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang instrumentasi monitoring menyediakan layanan Structural Health Monitoring System untuk memantau dan menganalisa kesehatan struktur bangunan khususnya jembatan.

 

Informasi pemesanan silakan hubungi kami melalui Telepon: (021) 29563045Whatsapp: 0813 9929 1909Email: sales@testindo.com

 

Anda juga bisa chat dengan tim kami melalui fitur chating yang ada di pojok kanan bawah website ini.



Another Blog