Home     About Us     Partners     Clients     Experiences     Testimoni     Magang     Member

twittergoogle+linkedin

Manfaat Early Warning System untuk Wilayah Rawan Longsor

03 May 2018 06:19


Tanah longsor merupakan suatu bencana alam yang terjadi karena pergerakan tanah yang membawa berbagai tipe dan jenis bebatuan yang ada didalam tanah. Secara umum longsor terjadi karena ada dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu.

 

Faktor pendorong adalah faktor yang mempengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Di Indonesia tanah longsor sering terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan hutan yang gundul.

 

Sedangkan pada musim kemarau panjang kondisi tanah akan mengalami keretakan sehingga membentuk rongga tanah. Ketika memasuki musim hujan, tanah yang berongga tersebut akan diisi oleh air hujan hingga menjadikan tanah tersebut mengalami erosi dan pergeseran didalam tanah.

 

early warning system longsor

 

Sumber gambar : geombc.blogspot.co.id

 

Selain itu hutan yang gundul juga menjadi penyebab terjadinya longsor, pohon besar yang ditanam pada tanah mempunyai manfaat yang besar. Ketika pohon ditebang maka kondisi tanah akan mengalami labil karena tidak ada akar besar yang saling mengikat struktur tanah dan membuat kondisi tanah menjadi jenuh akan air hujan.

 

Bencana longsor mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit dan bahkan dapat menimbulkan korban jiwa, terdapat banyak titik rawan longsor yang masih belum dipasangkan dengan Early Warning System (EWS). Alat ini berfungsi untuk memberikan sinyal tanda bahaya jika terjadinya longsor.

 

early warning system longsor

 

Sumber gambar: alatpendeteksilongsor.com

 

Contoh Kota Taipe yang sudah banyak menggunakan EWS untuk memberikan sinyal bahaya yang dikirimnya melalui ponsel mereka, sehingga ketika bencana akan datang mereka sudah meninggalkan tempat bahaya tersebut dan menuju tempat yang lebih aman.

 

Hasil wawancara Radio RRI dengan Engineer PT Testindo, Haitam Lutfi Sungkar, menjelaskan

 

“Pemantauan dengan menggunakan EWS juga bisa digunakan untuk longsor, dipasangkan alat ini dapat mengetahui tekanan pori tanah, pergeseran tanah dan kemiringan tanah.”

 

Masih banyak pemantauan Early Warning System pada tanah longsor yang masih menggunakan konvensional dan data yang terjadi tidak selalu realtime. Kondisi tersebut memungkinkan kejadian tersebut susah untuk menentukan batasan aman untuk kondisi bencana.

 

Testindo membantu membuat peralatan yang tadinya masih konvensional menjadi modern yang bisa dipantau secara realtime, sehingga para ahli geoteknik dapat membuat skema batasan-batasan tentang kondisi yang terjadi dan data akan selalu ter update.

 

“Untuk mengetahui tekanan pori tanah dan pergeseran yang terjadi bisa dilakukan dengan menggunakan sensor Inclinometer sedangkan untuk permukaan tanah dipasangkan sensor Tiltmeter untuk mengetahui kemiringan pada lereng.” Tambahnya

 

early warning system longsor

 

Sumber gambar : landslides.usgs.go

 

Cara Kerja EWS sangat sederhana, sinyal EWS akan bekerja mengirimkan tanda ketika kondisi tanah sudah akan melewati batas aman yang telah ditentukan. Pengawas yang ada di pos pemantau akan memberikan sinyal tanda bahaya melalui radio, pesan singkat maupun sosial media kepada masyarakat.  

 

Peringatan awal ini akan memberikan waktu bagi masyarakat untuk dapat segara pindah ke tempat aman menyelamatkan diri. Sehingga ketika bencana longsor terjadi area tersebut sudah aman dan tidak menyebabkan korban jiwa.

 

Selain untuk bencana alam, pemasangan EWS juga bisa digunakan untuk pekerjaan proyek yang sangat beresiko tinggi untuk menghindari terjadi kecelakaan pada saat bekerja. Pemasangan EWS dibantu dengan menggunakan sensor Tiltmeter untuk memantau batas aman kemiringan bangunan.

 

Informasi pemesanan dan penjelasan terkait early warning system silakan hubungi kami di nomor Telepon: (021) 29563045, Whatsapp: 0813 9929 1909, Email: sales@testindo.com



Another Blog