Home     About Us     Partners     Clients     Experiences     Testimoni     Magang     Member

twittergoogle+linkedin

Tiang Girder Becakayu Ambruk, Wujud dari Kelalaian K3

03 May 2018 06:20


tiang girder becakayu ambrukSeiring peningkatan pembangunan infrastruktur di Indonesia beberapa tahun belakangan ini, ternyata juga diiringi dengan peningkatan musibah demi musibah di bidang konstruksi. Untuk kesekian kalinya konstruksi di Indonesia mengalami musibah. Entah itu balok yang jatuh, balkon BEI ambruk, dinding penahan tanah akses jalan Bandara Soeta yang juga ambruk dan kali ini kembali terjadi  musibah yaitu tiang girder toll Becakayu  (Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu pun ambruk).

 

Lebih tepatnya tiang girder Becakayu yang berada di dekat Gardu Tol Kebon Nanas, yang terletak di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, di depan kampus IBI (Institute Bisnis Nusantara).

 

Musibah di dunia konstruksi tidak hanya merugikan dari segi materil namun juga tidak jarang menyebabkan hilangnya nyawa manusia. Jika dinding penahan tanah jalan akses selatan Bandara Soeta beberapa waktu lalu menyebabkan 1 orang meninggal, kini ambruknya tiag girder tol Becakayu menurut berita yang beredar di berbagai media menyebabkan 7 orang dirawat di rumah sakit.

 

Penyebabnya musibah ini masih diselidiki, namun konon ada sebagian yang menyatakan disebabkan terlepasnya bekisting ada juga yang mengatakan karena robohnya scafolding atau tiang penyangga saat pengecoran berlangsung. Polisi dan pihak terkait masih melakukan pemeriksaan TKP untuk memastikan penyebabnya.

 

Terlepas dari penyebab ambruknya tiang girder ini, sekali lagi kita harus mengingatkan kembali pentingnya pengawasan K3 saat pelaksanaan pengecoran. Tentu saja dalam setiap proyek besar pasti ada pengawas lapangan termasuk bagian safety. Namun pada saat crash program  yang kejar tayang dikerjakan siang malam, dapat meningkatkan probabiitas terjadinya human error dan kelalaian.

 

Tidak kalah pentingnya untuk menjaga keselamatan saat konstruksi adalah adalah penerapan monitoring instrument yang memantau adanya penyimpangan dan kegagalan pelayanan struktur bangunan.

 

Pemasangan sensor yang memantau beban dan tegangan pada bagian-bagian struktur kritikal dapat membantu mencegah terjadinya musibah. Karena robohnya atau ambruknya komponen bangunan salah satunya ditandai dengan terjadinya peningkatan tegangan. Maka failure bisa terjadi entah karena faktor pembebanan yang berlebih atau karena komponen struktur terpasang kurang memadai untuk menyokong beban tersebut.

 

Selama ini loading test (Tes Pembebanan) seringkali hanya dilakukan pada struktur bawah, yaitu pada saat pondasi telah terpasang. Namun jarang dilakukan tes pembebaan untuk struktur atas. Apalagi pemantauan beban dan tegangan selama masa konstruksi, adalah sesuatu yang dianggap tidak perlu dilakukan.

 

PT Testindo sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengujian dan monitoring, memiliki pengalaman dalam pengujian dan monitoring di bidang konstruksi. Uji loading test, baik statik maupun dinamik, pengukuran tegangan, regangan, lendutan, kemiringan, serta pengukuran lainnya dalam rangka monitoring kesehatan struktur bangunan, baik jembatan dan gedung adalah salah satu spesialisasi yang digeluti oleh Testindo.

 

Informasi lebih jelasnya silakan hubungi kami di nomor Telepon: (021) 29563045, Whatsapp: 0813 9929 1909, Email: sales@testindo.com



Another Blog