Home     About Us     Partners     Clients     Experiences     Testimoni     Magang     Member

twittergoogle+linkedin

BALKON RUNTUH DALAM SEJARAH

25 January 2018 10:08


Oleh : Ir. Budi Santoso, MM

 

Kejadian runtuhnya balkon atau mezanin gedung BEI beberapa hari lalu menyisakan tanda tanya besar bagi banyak orang, bagaiman mungkin gedung semegah itu dan telah bertahun-tahun berdiri bisa tiba-tiba balkonnya ambruk. Dalam investigasi awal dari Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR menyatakan bahwa balkon BEI tersebut merupakan kantilever dari rangka baja yang ditempelkan pada dinding beton bertulang (reinforced concrete) dengan baut (dyno bolt) kemudian disangga juga oleh tali baja.

 

Analisa dari rekaman video cctv saar kejadian serta dari puing runtuhan menunjukkan bahwa tali baja tidak putus, namun baud sambungan tali baja dengan kantilever copot, maka beban manusia di atasnya pun menyebabkan momen yang besar pada tumpuan kantilever, dan selanjutnya tumpuan kantilever yang mengandalkan kekuatan baut ke beton pun tidak kuat dan ikut copot.

 

Penyebab copotnya sambungan tali baja yang menyangga kantilever tersebut belum diketahui. Yang jelas selama ini balkon tersebut telah dipakai bertahun-tahun dan tidak ada masalah. Namun pada hari itu, BEI sedang mendapat kunjungan rombongan mahasiswa dari Gunadarma, dan sebagaimana terlihat pada rekaman video, serombongan mahasiswa, ada yang bilang 50 mahasiswa dan ada yang bilang 60 mahasiswa secara bersamaan berhenti melihat-lihat di balkon tersebut.

 

Ada kemungkinan balkon tersebut kelebihan beban karena tidak dirancang untuk menampung sekian banyak orang. Namun jika telah dirancang mampu menampung beban ratusan orang, hanya saja ketika pelaksanaan konstruksi ada penyimpangan atau pengurangan speck, atau secara dimensi sudah benar hanya saja kualitas bahan baud yang digunakan tidak sesuai standard.

 

balkon runtuhKasus runtuhnya balkon di dunia ini bukan baru pertama kali. Pada 17 Juli 1981 balkon skywalk Hyatt Regency Hotel di Kansas City ambruk. Peristiwa ini menewaskan 114 orang dan 216 orang luka-luka. Ini termasuk peristiwa ambruknya balkon yang paling  banyak menewaskan orang. Proses evakuasi korban memakan waktu 14 jam.

 

3 hari setelah kejadian, arsitek perencana gedung tersebut menemukan penyimpangan pelaksanaan. Struktur skywalk yang seharusnya terbuat dari batang baja tebal 32mm yang menumpu langsung ke lantai 4. Dimana lantai 4 terdiri dari 3 balok yang disambung dengan baud dan mur. Balok ini adalah 2 baja profil C yang saling disatukan dengan cara dilas sehingga menjadi baja profil O.

 

Desain asli dari Jack D. Gillum merancang 3 pasang balok  C yang disatukan dengan las lantai 4 ini, menanggung beban balkon skywalk yang menjulur ke lantai 4 dengan tumpuan mur dan baud. Namun Haven Steel instalatir pemasangan baja telah merubah desain sedemikian rupa sehingga balok baja lantai empat tersebut tidak hanya menanggung beban balkon skywalk yang menjulur ke lantai 4 melainkan juga menanggung beban balkon skywalk dari lantai dua. Akibatnya las-las-an yang menyatukan sepasang baja profil C tersebut sobek sepanjang batang baja dan mur baud pun lepas.

 

16 Juni 2015, sekelompok mahasiswa yang sedang pesta merayakan ulang tahun di sebuah balkon pada asrama mahasiswa di Berkeley California. Namun tidak disangka tiba-tiba balkon tersebut rubuh dan 7 orang mahasiswa tewas. Pada Desember 2015 pengadilan memutuskan kontraktor bersalah karena memotong struktur untuk menghemat biaya. Namun bukti lain menunjukkan bahwa balok penyangga balkon tersebut terbuat dari kayu ternyata keropos dimakan semacam ulat kecil. Pemilik apartemen juga dikisahkan telah mengabaikan pertanda awal ketika penyewa memprotes tumbuhnya jamur di pojokan lantai.

 

balkon runtuh29 Juni 2003 sebuah pesta diadakan oleh para pengusaha muda di sebuah apartemen di Lincoln Park di Kota Chicago. 50 orang berpesta di balkon lantai 3. Tidak lama pada tengah malam balkon tersebut ambruk menimpa balkon di lantai 2 dan lantai 1. Akibatnya 11 orang meninggal dan 57 orang luka parah. Sebagian orang mengatakan bahwa balkon tersebut dirancang untuk menampung maksimal 30 orang dan tidak kuat kalau sampai 50 orang. Maka kasus ambruknya balkon ini karena over load (kelebihan beban).

 

Namun penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa balkon tersebut dirancang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan Kantilever balkon tersebut menjulur lebih panjang 30 cm dari standar dan luasnya 81 feet lebih luas dari standar. Juga balok penyangga nya memiliki penampang lebih kecil dari standard, serta baut yang menjadi andalan penumpu kantilever lebih pendek dari standard.  

 

Apartemen tersebut dimiliki oleh Philips Papas sebagai President Director LG Properties. Dan hasil penyelidikan menjumpai 21 apartemen lain yang dibangun oleh LG Properties ternyata juga melanggar standard konstruksi dan Philip dikenai denda USD 108.000 serta dituntut oleh 37 keluarga korban.

 

Desember 2017 lalu sebuah balkon rumah ambruk menyebabkan 2 orang tewas dan 17 luka-luka ketika 30 orang konsultan sales Tupperware di kota Melbourne menyelenggarakan pesta natal di sebuah rumah bertingkat. Pihak developer perumahan mengatkab bahwa balkon tersebut dibuat sendiri oleh pemilik sebagai bangunan tambahan dan kemungkinan tidak dirancang dengan perhitungan menampung banyak orang. Maka ini juga merupakan kasus keruntuhan balkon akibat kelebihan beban.

 

Kelebihan Tegangan Tanda Terjadinya Penyimpangan Struktur

 

Sebuah rancangan struktur biasanya dirancang untuk menyalurkan beban secara merata. Maka sebuah struktur akan kuat dan memiliki integritas jika beban (load) yang menyebabkan tegangan (stress) pada material terdistribusi secara merata. Ketika ternyata beban ini tidak terdistribusi sesuai rencan, sehingga menumpuk pada satu bagian tertentu, maka bagian yang mengalami penumpukan tegangan akan mengalami fatigue (kelelahan) akibat kelebihan tegangan (over stress). Jika kondisi ini tidak ter-identifikasi secara dini, maka setelah sekian lama, bisa jadi bagian tersebut mengalami crack (retak) bahkan fracture (sobek).

 

Pada kasus runtuhnya balkon skywalk Hyatt Regency Hotel di Kansas City, balok girder yang terdiri dari dua baja profil C yang dilas menjadi sobek. Sedangkan pada kasus tali baja yang menopang balok girder (suspended bridge) seperti di Jembatan Kukar dan Balkon BEI, lepas atau copot baud penjepitnya karena mengalami penumpukan tegangan (stress concetration).

 

Maka dalam ranah inspeksi kesehatan struktur bangunan baik itu baja maupun beton, salah satu tanda adanya penyimpangan struktur adalah terjadinya penumpukan tegangan (stress concetration) atau kelebihan tegangan (over stress) pada salah satu bagian stuktur. Kelebihan atau penumpukan ini dapat dibandingkan dari perhitungan tegangan yang normal sesuai yang direncanakan pada bagian tersebut.

 

Oleh karena itu kita dapat melakukan proses NDT (non destruction test) dengan cara memberikan loading test (tes pembebanan) di bawah beban maksimum yang direncanakan (bisa 30% atau 50% dari beban yang direncanakan) kemudian dimonitor tegangan yang terjadi dengan instrumen strain gauge. Oleh karena besarnya tegangan (stress) juga berbanding dengan besarnya regangan (stress) maka besarnya tegangan juga bisa diukur dengan instrumen LVDT (Liniear Variable Differential Transformers).

 

Dari perhitungan struktur rencana, dapat diketahui berapa besarnya tegangan yang semestinya terjadi pada titik struktur tersebut jika dibebani 30% atau 50% dari beban maksimum rencana. Jika ternyata kenyataan tegangan yang terjadi pada titik itu lebih besar dari yang direncanakan, maka bisa dipastikan jika dibebani lebih besar lagi, tentu akan terjadi kegagalan layanan stuktur,  dengan kata lain akan terjadi keruntuhan struktur atau ptah, atau ambruk. Maka tidak perlu menunggu kejadian over load seperti di BEI, seharusnya pemilik atau pengelola gedung dapat melakukan uji kesehatan dan kelayakan gedungnya sehingga bisa mencegah kegagalan layanan struktur dan kerugian yang lebih besar lagi.

 

Testindo sebagai perusahaan control dan monitoring system menyediakan layanan Structural Health Monitoring System (SHMS) untuk monitoring kondisi struktur konstruksi. Informasi lebih lanjut silakan hubungi kami di nomor Telepon: (021) 29563045, Whatsapp: 0813 9929 1909, Email: sales@testingindonesia.com



Another Blog