Penjelasan Breakdown Maintenance dalam Dunia Industri
29 November 2018 16:25
Setiap jenis mesin yang digunakan suatu industri tentunya memiliki masa penggunaan yang beragam, sehingga membutuhkan perawatan. Ada beberapa jenis perawatan mesin yaitu Predictive maintenance, Preventive Maintenance dan Breakdowng Maintenance.
Untuk Predictive dan Preventive Maintenance sudah pernah dibahas di sini :
Preventive Maintenance dan Predictive Maintenance pada Industri

Breakdown maintenance adalah jenis perawatan pada mesin yang sudah rusak sehingga tidak bisa beroperasi lagi.
Secari garis besar, breakdown maintenance merupakan perawatan ketika mesin mengalami kerusakan mendadak sehingga harus dilakukan perbaikan tanpa perencanaan.
Faktor kerusakan pada mesin pun bervariasi seperti kurangnya perawatan, human error dan masa waktu penggunaan mesin yang terlalu lama.
Salah satu contohnya, ketika mesin pompa sedang dijalankan tiba-tiba couple bagian penghubung dengan poros penggerak tiba-tiba lepas karena baut kendor sehingga menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian.
Banyak engineer yang beranggapan, breakdown maintenance bukanlah pemeliharaan mesin melainkan perawatan mesin dimana komponen yang rusak harus segera diganti dengan yang baru agar kondisi mesin kembali stabil.
Secara definisi, pemeliharaan mesin yaitu suatu tindakan Analisa untuk menghindari kerusakan pada mesin industri. Sedangkan perawatan dilakukan setelah mesin dinyatakan rusak sehingga harus diperbaiki.
Fokus dari breakdown maintenance itu sendiri yaitu mencari solusi agar mesin bisa segera diperbaiki dan bisa dijalankan kembali serta tidak terulang lagi kerusakan yang sama. Pada umumnya, breakdwon maintenance dilakukan dengan mengganti komponen yang bermasalah agar mesin bisa kembali beroperasi.
Berbeda dengan predictive dan preventive maintenance yang harus melakukan Analisa kerusakan terlebih dahulu sebelum mengganti komponen.
Maka dari itu, biaya yang dikeluarkan ketika breakdown maintenance jauh lebih besar dibandingkan biaya untuk predictive dan preventive maintenance. Hal ini dikarenakan kerusakan mesin terjadi secara mendadak dan harus segera diperbaiki dalam waktu yang singkat sehingga tidak mengganggu proses produksi.
Namun, perawatan ini juga memiliki kekurangan yaitu kemungkinan kerusakan bisa terulang kembali karena fokus perbaikan hanya pada titik komponen mesin yang rusak saja bukan di seluruh bagian mesin.
Supaya tidak terulang kembali, sangat disarankan melakukan perawatan mesin secara berkala agar kondisi mesin tetap stabil dan jika terjadi kerusakan bisa segera ditangani, sehingga tidak terjadi kerusakan secara mendadak.
Testindo sebagai perusahaan yang bergerak di bidang measurement & monitoring system menyediakan layanan untuk maintenance mesin industri. Untuk pemesanan dan konsultasi lebih lanjut silakan hubungi kami di nomor Telepon : 021 29563045 dan email : sales@testindo.com atau bisa juga melalui chat interaktif kami yang ada di pojok kanan bawah website ini.
Another Blog
-
3 Inovasi Terbaik di Bidang Engineering
Dunia engineering terus melakukan adaptasi dengan adanya perkembangan teknologi saat ini. Biaya yang… -
Mencegah kerusakan pipa dengan inspection tools
Beberapa waktu lalu saya pernah membahas tentang “Mengenal Pipeline Monitoring Systems ?”… -
Tahapan Pengerjaan dalam Pembuatan Basement Gedung
Bangunan bertingkat atau gedung pasti memiliki basement pada bagian dasarnya. Konsep pembuatan basement… -
Condition Monitoring Panas pada Infrared Thermograph
Condition monitoring panas pada Infrared Thermograph (infra merah termografi) perlu diperhatikan demi…

