Home     About Us     Partners     Clients     Experiences     Testimoni     Magang     Member

twittergoogle+linkedin

Pengertian Cacat dan Gagal Konstruksi Bangunan

27 March 2019 09:25


konstruksi bangunanMembuat suatu konstruksi bangunan tentunya membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang tidak sebentar. Sehingga segala aspek selama proses pembangunan harus diperhatikan agar bangunan bisa berdiri kokoh tanpa mengalami masalah. Jangan sampai hasil akhir pekerjaan tidak sesuai dengan perencanaan awal pembangunan.

 

Secara pengertian, konstruksi bangunan adalah metode dalam mendirikan suatu bangunan dengan mengacu pada syarat kuat, fungsional, enak dilihat, tahan lama dan hemat biaya.

 

Terkadang, beberapa bangunan yang sudah selesai dibuat mengalamai kesalahan pada beberapa bagian strukturnya. Efeknya, kondisi bangunan menjadi bermasalah bahkan berpotensi runtuh jika tidak segera ditangani.

 

Kesalahan pada konstruksi seperti ini disebabkan perhitungan yang kurang cermat pada aspek teknis dan non teknis pada bangunan yang sedang didirikan. Jika tidak diperhatikan dengan baik maka dapat membahayakan kondisi bangunan.

 

Ada 2 tingkat kesalahan dalam konstruksi bangunan yaitu cacat konstruksi dan gagal konstruksi

 

Cacat Konstruksi

Dalam dunia sipil, cacat konstruksi diartikan sebagai bentuk penyimpangan atau hasil yang tidak sempurna pada suatu pekerjaan konstruksi yang belum melewati batas toleransi. Dalam artian tidak membahayakan seluruh bagian bangunan.

 

Cacat konstruksi pada keadaan di lingkungan biasanya dikarenakan kesalahan kecil pekerja oleh karena itu tidak membahayakan pengguna namun menyebabkan ketidak nyamanan seperti kebocoran atau ketidak rapihan pengerjaan bangunan. Cacat konstruksi tidak ada payung hukum atau landasan hukum yang membahas tentang hal ini.

 

Gagal Konstruksi

Sedangkan gagal konstruksi merupakan kondisi kesalahan atau penyimpangan pada suatu konstruksi sehingga menyebabkan bangunan menjadi runtuh atau ambruk.

 

Kegagalan dan cacat konstruksi yang terjadi pada setiap bagian bangunan biasanya diakibatkan oleh beberapa faktor yang ada di bawah ini :

 

Pondasi

Pondasi merupakan komponen paling penting pada struktur bangunan. Kondisi penurunan pondasi umumnya disebabkan daya dukung tanah yang buruk dan tidak segera dilakukan penanganan yang baik sehingga pondasi terus mengalami penurunan sehingga jika dibiarkan dapat mengalami patah dan bangunan menjadi ambruk.

 

Penyebab utamanya adalah kurang baiknya sistem drainase yang ada di bawah bangunan sehingga air tanah terus mengerus bagian tanah yang dijadikan pijakan pondasi sehingga tanah tersebut kehilangan daya dukungnya.

 

Untuk menguji kekokohan pondasi bisa dilakukan pengujian PDA (Pile Drive Analyzer) dan CSL Test.

 

Pengaruh Cuaca dan Kondsi Lain Seperti :

  • Terjadinya erosi dan tanah longsor
  • Suhu yang tidak stabil
  • Adanya tumbukan

 

Beton pada Struktur Bangunan

  • Bekisting tidak terlalu kokoh
  • Sambuingan pengecoran yang kurang baik
  • Beban berlebih pada struktur
  •  

Sangat disarankan untuk bangunan yang sudah jadi dilakukan audit struktur bangunan secara berkala untuk menganalisa tanda-tanda kerusakan pada bagian struktur sehingga dapat meminimalisir kerusakan yang lebih besar lagi.

 

Testindo sebagai perusahaan yang bergerak di bidang control & monitoring system menyediakan layanan audit struktur bangunan dan pile test untuk berbagai konstruksi di seluruh Indonesia.

 

Silakan hubungi kami melalui nomor Telepon : 021 29563045, WA : 081399291909 (Fikri) dan email : sales@testindo.com atau bisa juga melalui chat interaktif kami yang ada di pojok kanan bawah website ini.



Another Blog